Senin, 28 September 2020

Someone You Love It's You

 

          

                                                                                   

Kebanyakan orang pasti mencintai orang lain terlebih dahulu ketimbang mencintai dirinya sendiri dan ini yang menjadi permasalahan setiap orang termasuk saya sendiri. Mencintai orang lain tentu sangatlah mudah, misalnya dengan memberi perhatian, mengucapkan selamat di hari ulang tahunnya, memberi kado, menjenguk ketika dia sakit, mengingatkan agar jangan lupa makan atau memberi semangat ketika dia membutuhkan support system

Kita semua tahu cara mencintai orang lain tetapi tidak tahu cara mencintai diri sendiri, bukankah itu sangatlah aneh?

Mencintai diri sendiri bukanlah sikap yang egois, karena dengan mencintai diri sendiri kita akan lebih paham dan mengenal diri kita sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Disini kita semua belajar bersama bagaimana cara memahami, menyanyangi dan menerima hal apa saja yang terdapat pada diri kita sendiri.

Mencintai orang lain dengan mencintai diri sendiri memang sangatlah berbeda, ketika mencintai orang lain mengapa kita bisa menerima kekurangan pada dirinya sedangkan pada diri kita sendiri tidak? Manakah yang benar? menerima kekurangan diri sendiri terlebih dahulu atau malah sebaliknya? Teman teman pastilah sudah bisa menjawabnya, pikirkan baik baik ya.

Setiap individu pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan pada dirinya. Tidak mungkin Allah SWT hanya memberikan kelebihan tanpa kekurangan atau kekurangan tanpa kelebihan, Allah SWT Maha Adil teman. Manusia memanglah makhluk ciptaan-NYA yang paling sempurna diantara makhluk lainnya, namun kita ingat kembali bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Jadi mulai sekarang kita sama sama belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri ya.

“Cintai dirimu, jangan bandingkan dirimu” (bacanya pakai nada iklan yakult teman teman, hehe) Semua orang pasti pernah membandingkan dirinya dengan orang lain, misalnya kenapa dia pintar matematika sedangkan aku tidak, kenapa dia terlihat cantik sedangkan aku tidak, kenapa dia tinggi sedangkan aku tidak, kenapa dia kaya sedangkan aku tidak, kenapa dia kurus sedangkan aku tidak, pasti kita pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain entah sadar atau tidak sadar. 

Ingat kembali ya teman setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing masing, bisa jadi kamu tidak jago matematika tetapi kamu sangat jago menggambar, jadi asahlah bakat menggambarmu tidak usah mati matian belajar matematika namun jangan lupa mengerjakan PR matematika yaa hehehehe. Setiap orang mempunyai keahlihan di bidangnya masing masing, tinggal temukan passion mu pada dirimu.

Cantik atau tampan itu relatif, soal fisik jangan terlalu berpatokan ya teman. Cantik atau tampan tidak harus bertubuh putih, tinggi, kurus, berhidung mancung, beralis tebal dan lain sebagainya. Jika kamu masih beranggapan kamu tidak cantik atau tampan berarti kamu belum bersyukur, cobalah menerima dirimu apa adanya jangan mencoba menjadi orang lain, itu bukan dirimu. Buatlah cantik atau tampan versi dirimu. Setiap orang punya aura kecantikan dan ketampanan tersendiri (keunikan masing - masing).

Soal finansial, kaya tidak menjamin hidup bahagia. Banyak orang yang hidupnya sederhana dan biasa saja justru bahagia. Jangan selalu menyalahkan keadaan yang serba kekurangan berusahalah untuk merubahnya. Banyak banyaklah melihat kebawah jangan keatas terus, bahagia bukan dicari tapi dibuat. 

Dari sini kita akan bisa menerima diri kita. Setelah perasaan menerima timbul, perasaan sayang mulai tumbuh. Sayangi dirimu terlebih dahulu, jangan bilang love my self kalau belum benar benar mencintai dirimu sendiri, itu sama saja bohong. Cobalah untuk menyendiri menikmati waktu, menghabiskan Me Time untuk memahami, menyayangi dan menerima apa yang ada pada diri sendiri. 

Banggalah terhadap dirimu, dirimu berharga. Cari kegiatan apa yang kamu sukai, bersenang senanglah dengan dirimu tentunya berkegiatan yang positif. Setelah kita bisa mencintai diri sendiri barulah cintai seseorang yang kamu suka. Bagaimana mencintai seseorang kalau mencintai dirinya saja belum bisa? Apapun yang terjadi tetaplah jadi dirimu, kamu adalah kamu, dia adalah dia. Terima kasih telah membaca. 


 

Mental Health Generasi Z dan Pandemi

    Sebagai generasi Z generasi yang lahir di tengah-tengah kecanggihan teknologi dan perkembangan arus zaman. Generasi kita sangatlah akra...