Selasa, 29 September 2020

Mental Health Generasi Z dan Pandemi

 

 

Sebagai generasi Z generasi yang lahir di tengah-tengah kecanggihan teknologi dan perkembangan arus zaman. Generasi kita sangatlah akrab dengan teknologi apalagi dimasa sekarang yang dituntut serba cepat, berbagai aktivitas kita tidak akan jauh jauh dengan yang namanya teknologi entah itu smartphone, leptop, mesin mesin canggih dan lainnya.

Berbagai aktivitas yang membuat kita terlalu sibuk untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hidup apalagi dimasa sekarang ini membuat kita lupa akan kesehatan kita sendiri. Sebagai generasi Z kita harus paham mengenai kesehatan fisik dan kesehatan mental,  karena kedua hal ini sangatlah penting bagi kehidupan kita. Di masa pandemi sekarang ini,  intensitas penggunaan teknologi semakin sering apalagi semua sekarang serba online. Banyaknya tugas dan tuntutan kebutuhan hidup membuat kita kewalahan dan sering stress sendiri memikiran hal tersebut ditambah tidak ada hiburan apalagi liburan karena pandemi covid 19 ini. 

Sejak bulan Maret sampai September ini sudah terhitung tujuh bulan segala aktivitas kita dibatasi karena adanya pandemi ini, mulai dari diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) di berbagai daerah di Indonesia, ditutupnya tempat wisata, fasilitas umum dan mall. Juga banyaknya masyarakat yang terpapar covid 19 dan tidak sedikit juga memakan korban jiwa. Tentunya pikiran kita bertambah tertekan dengan adanya pandemi ini dan banyaknya tututan kebutuhan hidup yang menanti, apalagi berita berita hoax yang banyak beredar tentang pandemi ini membuat kita semua semakin resah dan cemas. Semoga tahun ini kita semua bisa melalui tahun yang cukup berat ini.

Selama bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja sebaiknya kita sebagai generasi Z perbanyak pengetahuan tentang kesehatan mental di sela - sela pekerjaan yang menggunung dan beranak pinak jangan hanya bermain media sosial saja. Psikologi Jean M. Twenge telah membuktikan antara penggunaan smartphone dan suasana hati, menurutnya sebagian besar generasi pasca milenium merasa lebih nyaman menghabiskan waktu di internet daripada yang mereka lakukan dengan teman teman. Mereka bahkan terus bergulir di smartphone mereka ketika nongkrong di pesta. Dari sudut pandang fisik, mereka memiliki gaya hidup yang lebih aman daripada generasi lain. Namun, mereka yang cenderung gaya hidup ini cenderung mendapat masalah kesehatan mental.

Masalah kesehatan mental sendiri tidak memandang usia, mulai dari orang dewasa hingga anak dan remaja pun bisa mengalaminya. Adapun gejala gangguan mental pada anak dan remaja yaitu, perubahan mood yang berlangsung lama, cemas dan takut berlebihan, perubahan perilaku ekstrem, perubahan fisik berat badan naik atau turun derastis dan kurangnya konsentrasi.

Berikut ini cara mencegah agar diri kita terhindar dari gangguan mental, terutama kita sebagai generasi Z yaitu melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik,  membantu orang lain dengan tulus, memelihara pikiran yang positif, memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah, mencari bantuan profesional jika diperlukan, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang lain.

Terkadang juga saking sibuknya kita tidak cukup tidur dan mengalami insomnia ini adalah tanda tanda awal yang mengarah pada gangguan mental. Mari kita ingat kembali kata kata yang sering kita sepelekan “Mencegah lebih baik daripada mengobati” meskipun kalimat ini sederhana tetapi kalimat ini mengandung arti yang dalam dan memang benar adanya. Jadi cobalah untuk rehat sebentar dari rutinitas padatmu misalnya dengan mengobrol dan bercanda bersama keluargamu, lebih mendekat pada sang Pencipta, bermain dengan hewan peliharaanmu, bersantailah sejenak, mendengarkan musik, berolahraga bisa berjalan jalan santai atau lari sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau, bersepeda keliling komplek, memasak makanan kesukaan atau lainnya yang membuat dirimu senang dan lupa memikirkan beban berat kerjamu.

Keluarlah bermain dengan sahabatmu berbagi rasa berbagi cerita suka dan duka tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Jangan lupa selalu pakai masker, cuci tangan di air mengalir dan jaga jarak ya. Namun jika dirasa pada dirimu terdapat gejala gejala awal yang mengarah pada gangguan mental segeralah bercerita pada keluarga terdekatmu misalnya Ibu, Ayah atau kakakmu dan berkonsultasilah pada tenaga profesional misalnya psikolog, jangan malu untuk bercerita tentang keadaanmu yang sebenarnya it’s okay to not be okay lebih baik dicegah diawal sebelum terlambat. Terima kasih, mari bersama sama mencintai diri sendiri dengan memahami pentingnya kesehatan mental.

 

 

Mental Health Generasi Z dan Pandemi

    Sebagai generasi Z generasi yang lahir di tengah-tengah kecanggihan teknologi dan perkembangan arus zaman. Generasi kita sangatlah akra...