Sebagai generasi Z
generasi yang lahir di tengah-tengah kecanggihan teknologi dan perkembangan arus
zaman. Generasi kita sangatlah akrab dengan teknologi apalagi dimasa sekarang yang dituntut serba cepat, berbagai
aktivitas kita tidak akan jauh jauh dengan yang namanya teknologi entah itu smartphone, leptop, mesin mesin canggih
dan lainnya.
Berbagai aktivitas yang membuat kita terlalu sibuk untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hidup apalagi dimasa sekarang ini membuat kita lupa akan kesehatan kita sendiri. Sebagai generasi Z kita harus paham mengenai kesehatan fisik dan kesehatan mental, karena kedua hal ini sangatlah penting bagi kehidupan kita. Di masa pandemi sekarang ini, intensitas penggunaan teknologi semakin sering apalagi semua sekarang serba online. Banyaknya tugas dan tuntutan kebutuhan hidup membuat kita kewalahan dan sering stress sendiri memikiran hal tersebut ditambah tidak ada hiburan apalagi liburan karena pandemi covid 19 ini.
Sejak
bulan Maret sampai September ini sudah terhitung tujuh bulan segala aktivitas
kita dibatasi karena adanya pandemi ini, mulai dari diberlakukannya PSBB
(Pembatasan Sosial Bersekala Besar) di berbagai daerah di Indonesia, ditutupnya
tempat wisata, fasilitas umum dan mall. Juga banyaknya masyarakat yang terpapar
covid 19 dan tidak sedikit juga memakan korban jiwa. Tentunya pikiran kita
bertambah tertekan dengan adanya pandemi ini dan banyaknya tututan kebutuhan
hidup yang menanti, apalagi berita berita hoax yang banyak beredar tentang pandemi
ini membuat kita semua semakin resah dan cemas. Semoga tahun ini kita semua bisa
melalui tahun yang cukup berat ini.
Selama bekerja, belajar
dan beribadah di rumah saja sebaiknya kita sebagai generasi Z perbanyak
pengetahuan tentang kesehatan mental di sela - sela pekerjaan yang menggunung dan
beranak pinak jangan hanya bermain media sosial saja. Psikologi Jean M. Twenge
telah membuktikan antara penggunaan smartphone
dan suasana hati, menurutnya sebagian besar generasi pasca milenium merasa
lebih nyaman menghabiskan waktu di internet daripada yang mereka lakukan dengan
teman teman. Mereka bahkan terus bergulir di smartphone mereka ketika nongkrong di pesta. Dari sudut pandang
fisik, mereka memiliki gaya hidup yang lebih aman daripada generasi lain.
Namun, mereka yang cenderung gaya hidup ini cenderung mendapat masalah kesehatan
mental.
Masalah kesehatan
mental sendiri tidak memandang usia, mulai dari orang dewasa hingga anak dan
remaja pun bisa mengalaminya. Adapun gejala gangguan mental pada anak dan
remaja yaitu, perubahan mood yang berlangsung lama, cemas dan takut
berlebihan, perubahan perilaku ekstrem, perubahan fisik berat badan naik atau
turun derastis dan kurangnya konsentrasi.
Berikut ini cara
mencegah agar diri kita terhindar dari gangguan mental, terutama kita
sebagai generasi Z yaitu melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara
fisik, membantu orang lain dengan tulus, memelihara pikiran yang positif, memiliki
kemampuan untuk mengatasi masalah, mencari bantuan profesional jika
diperlukan, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang lain.
Terkadang juga saking
sibuknya kita tidak cukup tidur dan mengalami insomnia ini adalah tanda tanda awal
yang mengarah pada gangguan mental. Mari kita ingat kembali kata kata yang
sering kita sepelekan “Mencegah lebih baik daripada mengobati” meskipun kalimat
ini sederhana tetapi kalimat ini mengandung arti yang dalam dan memang benar adanya. Jadi cobalah untuk rehat
sebentar dari rutinitas padatmu misalnya dengan mengobrol dan bercanda bersama
keluargamu, lebih mendekat pada sang Pencipta, bermain dengan hewan
peliharaanmu, bersantailah sejenak, mendengarkan musik, berolahraga bisa berjalan
jalan santai atau lari sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau, bersepeda
keliling komplek, memasak makanan kesukaan atau lainnya yang membuat dirimu
senang dan lupa memikirkan beban berat kerjamu.
Keluarlah bermain
dengan sahabatmu berbagi rasa berbagi cerita suka dan duka tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Jangan lupa selalu pakai masker, cuci tangan di air mengalir
dan jaga jarak ya. Namun jika dirasa pada dirimu terdapat gejala gejala awal yang
mengarah pada gangguan mental segeralah bercerita pada keluarga terdekatmu
misalnya Ibu, Ayah atau kakakmu dan berkonsultasilah pada tenaga profesional
misalnya psikolog, jangan malu untuk bercerita tentang keadaanmu yang sebenarnya
it’s okay to not be okay lebih baik
dicegah diawal sebelum terlambat. Terima kasih, mari bersama sama mencintai diri
sendiri dengan memahami pentingnya kesehatan mental.

